SEJARAH DISJASAD

By Administrator 05 Jul 2015, 16:34:41 WIB

Proses pembentukkan organisasi Jasmani Angkatan Darat. setelah penyerahan kedaulatan RI. Mayor DR. Singgih mendapat mandat untuk menampung penyerahan personel, organisasi serta tugas dan fungsi dari M.L.O (Militaire Lishimilki Opvoeding) untuk diserahkan kepada Letkol Inf. Soenjoyo Purbokusumo agar membentuk organisasi yang disebut Jawatan Penjata ( Pendidikan Jasmani Tentara ) yang tergabung dalam direktorat Pendidikan Angkatan Darat sesuai dengan surat Kasad nomor : 702 / KB / A / VI / DP / 1950 tanggal 1 Juni 1950.

 

Perkembangan Orgas Jasmani Angkatan Darat
1. PERIODE 1950.

a. Pada tanggal 1 juni 1950 ditetapkan berdirinya orgas Jawatan Penjata (Pendidikan Jasmani Tentara) di tingkat pusat.

b. Pada tanggal 17 September 1950.

1) Di staf komando tentara dan teritorium ditempatkan personel
penjata terdiri dari 2 (dua) perwira, 3 (tiga) bintara, 3 (tiga) tamtama, dan
10 (sepuluh) tenaga pekerja dari penjata.

2) Di staf brigade ditempatkan personel penjata terdiri dari 2 (dua)
perwira, 1 (satu) bintara, 2 (dua) tamtama, dan 4(empat) tenaga pekerja
dari penjata.

3) Di staf batalyon ditempatkan personel penjata terdiri dari 1 (satu)
bintara dan 2 (dua) tenaga pekerja dari penjata.

4) Pada tgl 1 Desember 1950 ditetapkan berdirinya jawatan
pendidikan jasmani di bawah direktorat infanteri.

2. PERIODE 1951

  1. Pada tanggal 16 juni 1951, Jawatan Pendidikan Jasmani berubah menjadi
    Sekolah Pendidikan Jasmani Tentara di singkat SPDT.
  2. Pada tanggal 26 juni 1951, pendidikan pertama dimulai dengan
    menggunakan tenaga guru dan pelatih dari NMM (Netherlands Military Mission).


3. PERIODE 1952

  • Berdasarkan instruksi Ksad nomor : I/39/KSAD/KPTS/1952 tanggal 28
    januari 1952, biro Penjata Direktorat Infanteri diubah menjadi Biro Penjata
    Inspektorat Infanteri.


4. PERIODE 1953.

  • Berdasarkan surat keputusan Ksad nomor: 135/KSAD/
    KPTS / 1953 tanggal 15 Agustus 1953, Biro Penjata Inspektorat Infanteri ditingkatkan
    menjadi Dinas Pendidikan Jasmani Angkatan Darat disingkat DPD AD yang
    berkedudukan langsung di bawah ksad.


5. PERIODE 1954.

  • Berdasarkan surat keputusan Ksad nomor : 260 / KSAD /
    KPTS / 1954 tanggal 25 september 1954, SPDT (Sekolah Pendidikan Jasmani Tentara) diubah menjadi Pusat Pendidikan Jasmani Angkatan Darat disingkat PPD– AD.

6. PERIODE 1955 - 1959
 

  1. Pada tahun 1958, singkatan PPD–AD dirubah menjadi Pusdikjas.
  2. Pada tahun 1959, organisasi DPD–AD (dinas pendidikan jasmani angkatan
    darat) diubah menjadi Pusjas TNI AD.
     

7. PERIODE 1960 – 1970.

  • Berdasarkan surat keputusan Panglima Angkatan
    Darat nomor : Skep/1020/10/1968 tanggal 16 oktober 1968 Jawatan Penjata Teritorium diubah menjadi Dinas Jasmani Kodam disingkat Jasdam.
     

8. PERIODE 1971 - 1976
 

  1. Berdasarkan surat keputusan Kasad nomor Skep/144/3/1971 tanggal 15
    maret 1971 Pusdikjas dilimpahkan ke Kobangdiklat.
  2. Berdasarkan surat keputusan Kasad nomor Skep/464/7/1971 tanggal 21
    juli 1971 Pusjas TNI AD berubah menjadi Disjas TNI AD.


9. PERIODE 1977 – 1985

  1. Berdasarkan surat keputusan Kasad nomor Skep/29/x/1977 tanggal 13
    Oktober 1977 Jasdam dilikuidasi dan tugas jasdam dilimpahkan ke Rindam.
  2. Berdasarkan surat keputusan Kasad nomor Skep/754/x/1978 tanggal 21
    Oktober 1978 Disjas TNI AD dan Pusdikjas Kobangdiklat dilikuidasi, selanjutnya
    dibentuk menjadi Pusjas Kobangdiklat TNI AD.

10. PERIODE 1985 – 2004.

  • Berdasarkan surat keputusan Kasad nomor Skep / 21
    / v / 1985 tanggal 21 Mei 1985 telah terjadi likuidasi di lingkungan Angkatan Darat
    termasuk didalamnya Pusat Jasmani Kobangdiklat TNI AD dan selanjutnya tugas
    pembinaan jasmani dilimpahkan ke Pussenif dengan membentuk Sdirbinjas.

11. PERIODE 2007 S.D SEKARANG.

  • Berdasarkan surat keputusan Kasad
    nomor skep / 37 / x / 2006 tanggal 30 November 2006 Dinas Jasmani Angkatan Darat
    dibentuk kembali dan diresmikan oleh Kasad pada tanggal 8 Maret 2007.

PUSARA DISJAS AD “VIRA PRAKASA YUDHA

1. Bentuk, Arti dan Makna.

  1. Gambar lambang Pusara Dinas Jasmani Angkatan Darat yang berukuran lebar 60 cm dan panjang 90 cm dan dibuat dari kain sutera beludru berwarna hijau tua dengan tepi jumbai-jumbai berwarna kuning emas ukuran 7 cm.
  2. Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan lambang Panji-Panji TNI AD.
  3. Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Pusara Disjas AD yang terbagi atas :
  1. Cerana ( bokor ).

(1) Cerana (bokor) yang terbentuk dari 6 lembar daun rumput warna kuning emas yang melambangkan suatu wadah, yang dalam kehidupan bangsa Indonesia mengandung arti filosofis religius sebagai benda yang menimbulkan perasaan khidmat disertai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Daun rumput yang melambangkan medan dimana Jasmani Angkatan Darat berkarya didalamnya.

(3) Enam lembar dibagi menjadi 2 kanan dan 2 kiri yang menunjukkan bulan kelahiran Jasmani Angkatan Darat yaitu 1 Juni 1950. Serta bulan lahirnya Pusat Jasmani Kobangdiklat pada tanggal 1 Februari 1979.

(a) Ujung dari empat lembar daun yang dibawah menengadah keatas yang berarti tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa.

(b) Ujung dari kedua lembar teratas menunduk kebawah yang berarti mawas diri.

(c) Dalam keseluruhannya mempunyai arti bahwa dalam menunaikan tugas sebagai warga Jasmani Angkatan Darat pada khususnya warga Angkatan Darat pada umumnya harus selalu mawas diri dengan tetap tawaqal kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b) Bintang bersudut lima warna emas yang melambangkan dimana Jasmani TNI AD mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menggodok warganya, baik fisik maupun mentalnya.

c) Api berlidah tujuh yang berwarna kuning emas.

(1) Api sebagai penggodok melambangkan semangat, kekuatan dan keberanian.

(2) Api menyala melambangkan sifat-sifat dinamis.

(3) Berlidah tujuh melambangkan Sapta Marga.

d) Bara berwarna hitam yang berarti sumber api yang melambangkan semangat yang tak pernah kunjung padam dan selalu memancarkan kekuatan dan keberanian.

e) Tiga cincin kait yang menggambarkan persatuan yang erat tidak dapat dipisahkan melambangkan manunggalnya TNI AD dengan rakyat dalam keolahragaan Nasional.

f) Buku terbuka dengan lima lembaran warna putih dan garis hitam.

(1) Buku merupakan sumber ilmu.

(2) Buku terbuka melambangkan unsur-unsur ilmiah yang harus selalu di lembari pelaksanaan tugas-tugas Jasmani Angkatan Darat.

(3) Lima Lembaran, melambangkan Sumpah Prajurit.

(4) Buku terbuka menjadi dua, tetapi tetap merupakan satu keutuhan, melambangkan fungsi jasmani Angkatan Darat dilaksanakan oleh seluruh jajaran TNI AD.

g) Dua tangan menengadah warna kuning emas yang melambangkan persembahan alamiah dari warga Jasmani Angkatan Darat kepada TNI AD pada khususnya, Negara dan Bangsa pada umumnya.

h) Pita warna putih dengan tulisan “Vira Prakasa Yudha” warna hitam. Pita melambangkan selendang yang membawakan amanat atau pengemban amanat yang tersimpul dalam kata-kata Vira Prakasa Yudha.

i) Vira Prakasa Yudha.

(1) Vira berarti prajurit berbudi pekerti satria.

(2) Prakasa berarti tenaga, kekuatan dan ketangkasan.

(3) Yudha berarti perang.

(4) Arti keseluruhan “Prajurit yang tangkas dan cakap didalam olah yudha dengan budi pekerti yang luhur atau dengan satu perkataan disebut “Ksatria”.

j) Warna dasar hijau tua yang melambangkan kesetiaan ketenangan dan kemantapan dalam melaksanakan tugas sebagai Prajurit TNI AD untuk membela dan mempertahankan Negara dan bangsa Indonesia.

k) Jumbai warna kuning emas Melambangkan kemulyaan dan keagungan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.

l) Warna Putih yang melambangkan kesucian, kemurnian dan sikap tanpa pamrih yang dimiliki oleh warga jasmani Angkatan Darat.

m) Warna Hitam yang melambangkan kesungguhan, ketekunan dan kekokohan pendirian dalam menuju makna yang tersimpul dalam kata-kata Vira Prakasa Yudha.