PENGARUH LATIHAN AEROBIK DIIRINGI IRAMA MUSIK TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI PRAJURIT TNI AD
Mayor Inf Nanang Fahrurrozi, S.Pd

By Administrator 04 Jul 2020, 11:28:54 WIB Olahraga
PENGARUH LATIHAN AEROBIK DIIRINGI IRAMA MUSIK TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI PRAJURIT TNI AD

Gambar : Aerobik dengan mendengarkan musik


Dewasa ini telah banyak orang yang menyadari pentingnya berolahraga dan menjadikannya sabagai bagian dari kebutuhan hidup bukan sekedar life style. Prinsip dasar dalam jasmani mengutip dari pepatah populer yang tak lazim lagi adalah “ Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” hal ini menjadi slogan yang menjadi kesepakatan bahwasanya seberat apapun tugas yang diemban jika memiliki kondisi fisik prima, maka secara praktis akan mudah menyelesaikan tugas dengan mudah.

            Berdasarkan pandangan di atas, permasalahannya adalah bagaimana mengembangkan suatu metode agar para prajurit semakin tertarik untuk melakukan latihan aerobik dalam rangka memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani melalui tuntunan langkah musik.

            Prajurit merupakan garda terdepan dalam menciptakan perdamaian,  keselamatan bangsa, serta menjaga kedaulatan bangsa dari ancaman asing.  Kondisi ini tentunya menuntut tiap perorangan/ individu bertanggung jawab untuk selalu dalam kondisi tanggap, tanggon dan trengginas.  Berbagai keahlian yang harus dimiliki setiap prajurit sebagai salah satu kemampuan teknis didasari  oleh kesemaptaan jasmani dalam kondisi prima.

            Tantangan kedepan terhadap perubahan arus teknologi informasi membawa dampak yang sangat signifikan terhadap perubahan perilaku prajurit. Berkembangnya metode atau cara yang lebih sederhana dan tidakmembuthkan proses lama menjadi bagian sisi positif dalam mengembangkan karakter prajurit yang memiliki intelektual dan berpikiran maju. Namun kondisi ini tidak berimbang dihadapkan dengan masalah efek deferent yang membias dari suatu aktivitas yang tidak membawa manfaat, malah justru berakibat merubah karakter dengan hilangnya kewaspadaan dan bahkan tidak lagi mengurus dirinya sendiri. Salah satu kasus dimana prajurit zaman sekarang terbelenggung dengan kemutakhiran sarana komunikasi berupa gaget, hampir setiap waktu perbandingan antara waktu untuk melakukan aktivitas fisik lebih sedikit daripada memainkan gaget sampai tidak mengenal waktu. Sehingga pada waktunya untuk melakukan aktifitas fisik rutin melemahkan keinginan untuk berupaya meningkatkan kemampuan fisiknya.

 

Rutinitas aktivitas fisik prajurit  makin menurun.

            Kegiatan fisik sampai dengan saat ini menjadi momok yang krusial bila dihadapkan dengan kepentingan tugas yang dihadapi sangat berbanding terbalik. Namun tidak semua prajurit  tidak peduli dengan keadaan fisik, tetapi bagian dari prajurit yang kurang minat berarti ada suatu hal yang perlu didalami permasalahannya. Prinsip dalam prajurit semua kemampuan harus merata. Sebagaimana telah di ikrarkan bahwa setiap prajurit  harus jago beladiri, jago perang, jago menembak, dan memiliki fisik prima adalah tuntutan untuk menghadapi tantangan kedepan.

            Rutinitas pelaksanaan pembinaan jasmani hanya sebatas melaksanakan kegiatan,atau menyelesaiakn acara yang dibuat pada saat itu. Namun tidak ada ada tindak lanjut untuk menekankan kepada masing-masing individu agar memehuni target pencapaian latihan yang optimal. Bahkan lebih banyak yang mencuri kesempatan karena ada peluang dan berbagai alasan untuk menghindar dari pelaksanaan kegiatan. Tingkat pemahaman prajurit akan arti pentingnya kebugaran adalah suatu yang tabu untuk menjadikan pedoman, yang ada hanya perasaan lelah, merepotkan, bahkan membahayakan terlebih jika melihat dan mendengar jatuhnya korban pada saat aktivitas fisik, akhirnya berpengaruh kepada minat atau selera bahkan meruntuhkan motivasi seseorang untuk melakukan aktifitas fisik yang baik. Gejala internal seperti ini akan mengganggu psikomotorik dan berdampak pada penurunan kondisi fisik seiiring dengan bertambahnya usia, yang mengalami penurunan metabolisme motorik tubuh apabila tidak dilatih akan mengalami gangguan kesehatan bahkan berdampak pada resiko terserang jantung akibat kurang terlatihnya sistem Kardiovaskuler secara teratur.

Hasil riset menyatakan bahwa persentase orang merasa malas dan menggampangkan suatu kegiatan yang mudah namun mengabaikan faktor kritis yaitu pencapaian fisik yang samapta terlebih pengaruh perkembangan teknologi yang tidak dimanfaatkan dengan baik, seperti halnya menyia – nyiakan waktu untuk bermain game dari pada meluangkan waktu untuk berolah raga.

           

Kebugaran jasmani

            Kebugaran jasmani adalah derajat sehat dinamis seseorang yang merupakan kemampuan jasmani yang menjadi dasar untuk keberhasilan pelaksanaan tugas yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pemeliharaan kebugaran jasmani.

            Komponen kebugaran jasmani secara fisiologis adalah fungsi dari fleksibilitas, kekuatan otot, daya tahan otot, fungsi koordinasi dan daya tahan umum. Unsur dari berbagai komponen kebugaran jasmani tersebut saling terkait melihat dari kondisi lahiriyah manusia sebagai satu bagian yang utuh terkait pencapain derajat kondisi fisik yang berkualitas.

            Seseorang dapat dikatakan bugar apabila mampu menyelesaikan tugas dan tidak mengalami kelelahan dan berarti serta sanggup untuk melanjutkan tugas selanjutnya. Kondisi bugar adalah impian setiap orang, karena dengan keadaan yang sedemikian beratnya tugas, tidak akan mengalami  mengalami cidera yang cukup berarti menggangu aktifitas.

 

Kenyataan minat prajurit kurang untuk berlatih fisik

            Prajurit adalah orang – orang yang luar biasa, karena prajurit TNI  mampu melaksanakan pengabdian melebihi panggilan tugas.  Kondisi ini jika tidak didukung faktor fisik yang dominan mustahil akan meningkat kinerja dalam melaksanakan tugas pokok.

            Kondisi fisik yang prima merupakan salah satu kunci pokok prajurit dalam mengemban tugas di berbagai sektor manapun baik penugasan maupun dalam tugas sehari – hari.  Akhir – akhir ini, setelah diuji melalui parameter tes kesegaran jasmani dalam UKP, masih banyak prajurit memiliki tingkat kesegaran jasmani dan ketangkasan yang rendah. Selain itu dari sisi postur  perimbangan Berat Badan 30% dinyatakan overweight.

            Kenyataaan yang sudah terjadi terhadap gejala diatas dan yang menjadi bagian tugas kedepan terhadap tuntutan tugas yang semakin komplek, terletak pada bagaimana menemukan suatu gagasan sederhana untuk memberikan metode paling jitu, dan berpeluang kepada kesempatan banyak prajurit untuk selalu menjaga kondisi fisik dengan baik. Karena jika hal ini dibiarkan begitu saja, alhasil sumberdaya manusia mengalami penurunan mental sehingga semangat kerja dan kesiapan tempur akan terganggu.

 

Kekuatan berlari bertambah sampai 15 % dari pengaruh musik

            Musik dapat meningkatkan kemampuan fisik saat berolahraga. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemampuan pelari akan meningkat jika mendengarkan musik. Pakar Psikologi olahraga dari Brunel University, Dr. Coastas Karageoghis, mengklaim bahwa musik dapat meningkatkan kemampuan sebesar 15%. Menurut Matthew Stork, seorang Doktor di Fakultas Ilmu Kesehatan dan Olahraga, University of British Columbia, mendengarkan musik saat berolahraga dapat membuat orang mengalami perubahan perilaku. (https://tirto.id/euGz)

            Tingkat kecemasan seorang prajurit karena belum dapat menikmati setiap kegiatan fisik yang dilakukan, lebih cenderung karena tekanan dan perintah dari atasannya. Sehingga hasil yang diperoleh tidak akan maksimal. Kasus seperti ini bukan malah dapat membentuk kualitas yang bagus namun sebaliknya, karena keterpaksaan sehingga membuang energi hampir 20% sebelum pelaksanaan lathan inti sudah terkuras tenaga. Masalah ini harus segera diatasi dengan memberikan pengertian dan pembelajaran dalam hal mengatur ritme langkah mencapai pace masing – masing individu termasuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan dengan menggunakan irama musik.

            Menurut Karageorghis, manfaat dari mendengarkan musik  berbanding terbalik dengan intensitas berlari. Semakin cepat berlari, maka efek dari musik akan kurang terasa. Beberapa pelari mengatakan bahwa pengaruh kualitas musik  banyak membantu performa di lapangan. Tapi karena kualitas bersifat subyektif, maka pengaruhnya juga bisa berbeda – beda.

            Penelitian yang telah dilakukan Karageorghis ini menemukan bahwa hanya genre musik tertentu yang dapat benar – benar membantu olahraga. Juga ada kecepatan ideal yang harus ditaati dan denyut jantung idealnya adalah 120 dan 140 denyut per menit agar hasilnya dapat maksimal.

            Adapun beberapa manfaat mendengarkan musik saat berolahraga :

  1. Mendapatkan performance lebih baik. Bila gerakan anda sinkron dengan musik yang di dengar maka akan meningkatkan performa yang lebih baik.
  2. Tidak cepat lelah. Musik yang bertempo 120 – 140 ketukan permenit, akan memberikan stimulan bagi tubuh sehingga membuat gerakan lebih efektif dan tidak membuat cepat lelah. Hal ini sangat berguna menambah durasi olahraga.
  3. Menghilangkan rasa bosan. Musik dengan genre yang disukai akan menghilangkan rasa bosan ketika berolahraga, tidak ada salahnya menyiapkan musik yang berbeda-beda, sehingga kegiatan olahraga akan nampak semangat.
  4. Sebagai penyalur emosi.  Pengendalian emosi saat berolahraga dapat diredam dengan stimulus genre musik, bahkan dapat berubah dengan kegembiraan.

 

Perubahan metode pembinaan fisik di satuan

Pembinaan fisik merupakan salah satu usaha pada aktifitas gerak seseorang yang disusun secara sistematis,  mempunyai sasaran dan tolok ukur serta evaluasi terhadap tercapainya suatu sasaran akhir. Pencapaian kondisi fisik yang ideal menunjukkan bahwa derajat kesehatan seseorang semamin tinggi dan berpengaruh kepada  peningkatan profesionalitas serta kinerja di satuan.

Penyajian bentuk latihan fisik yang sederhana, berpengaruh kepada hasrat seseorang untuk menjaga kualitas fisiknya. Namun sebaliknya jika dilaksanakan dengan terpaksa, tidak akan diperoleh faedah latihan yang sebenarnya bahkan dapat merusak minat seseorang untuk memeliharan dan meningkatkan kondisi fisik.

Seorang pelatih harus mampu meramu dengan baik terhadap apa yang akan direncanakan materi yang tersampaikan dapat dilaksanakan dengan baik. Dan tidak satupun orang beranggapan, bahwa kegiatan fisik menjadi suatu aktifitas yang menjemukan atau membosankan yang berdampak pada lemahnya fisik dan mental seseorang.

Terdapat berbagai metode, yang menjadi suatu hal yang baru bahkan tidak terasa bahwa yang dilakukan itu mengandung nilai manfaat yang cukup besar, dimana membuat seseorang merasa nyaman untuk melakukan aktifitas fisik dengan baik.

Musik bisa memberi pengaruh positif pada aktifitas otak, salah satunya membuat bersemangat dan berenergi melakukan suatu aktifitas. Musik bisa membuat lebih banyak membakar kalori saat olahraga sehingga dapat lebih cepat menurunkan berat badan dan olahraga lebih optimal.

Telah lama diketahui bahwa musik memiliki banyak efek pada pikiran manusia. Tergantung pada genre dan iramanya, musik juga dapat membuat siapapun mendengarnya lebih produktif, tenang atau lebih terfokus pada tujuan. Hal inilah mengapa akhirnya musik juga bisa dijadikan motivasi saat berolahraga.

Musik elektronika atau musik tekno juga bisa digunakan. Sejak kemunculannya genre ini biasa digunakan untuk musik dansa dan cocok untuk tipe olahraga apapun bahkan pada pelatihan lanjutan ketika seseorang telah mendapatkan zona latihan dan fokus menetapkan sasaran. Lagu lawas atau lagu yang tak lekang waktu, termasuk yang dapat memeberikan energi dan mampu mendapatkan perspektif baru dalam kehidupan.

Penelitian “ Music in Exercise and sport Group at  Brunel and Spotify yang dilakukan psikolog olahraga dr. Costas Karageorghis menganalisis hampir 6,5 juta playlist yang didengar saat seseorang berolahraga. Tim peneliti membandingkan trek denyut  permenit (bpm) saat peserta penelitian melakukan olahraga tertentu. Hasilnya adalah bahwa musik rap adalah genre terbaik untuk gerakan olahraga inti karena rap atau hip hop liriknya yang bisa menjadi motivator. Kemudian saat pemanasan dan pendinginan, musik yang sebaiknya diputar adalah genre pop karena tidak terlalu banyak lirik tapi beatnya cenderung membuat orang bersemangat dan rileks. Hal ini berarti bahwa pada saat tubuh mengatakan stop, musik memiliki kekuatan untuk memperbaiki suasana hati yang diisyaratkan melalui tubuh, sehingga seseorang akan tetap menyukai olahraga.

 

            Dengan demikian pengaruh penggunaan musik dalam latihan aerobik pada peningkatan kualitas kebugaran jasmani Prajurit TNI AD dapat dibuat untuk dijadikan pedoman dan pertimbangan lebih lanjut.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment